Pasaman Barat – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan seorang pria yang diduga mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada Bupati Pasaman Barat. Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Dalam video yang beredar, pria tersebut disebut-sebut menyampaikan ujaran kasar di ruang publik. Aksi itu kemudian menuai kecaman dari berbagai kalangan, yang menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan etika dalam menyampaikan kritik terhadap pejabat publik.
Menanggapi hal tersebut, akun Facebook bernama Arif Sanjani turut angkat bicara. Dalam unggahannya, ia menyampaikan kekecewaan sekaligus kemarahan terhadap perilaku pria dalam video tersebut. Ia juga menilai bahwa tindakan tersebut bukan lagi bentuk kritik, melainkan sudah mengarah pada ujaran kebencian.
Arif juga mengajak para tokoh adat dan agama di Sumatera Barat, seperti niniak mamak, bundo kanduang, serta alim ulama, untuk memberikan tanggapan atas kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa ini menyangkut norma adat dan budaya yang dijunjung tinggi di Minangkabau.
Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet. Sebagian mendukung agar kasus ini dibawa ke ranah hukum, sementara yang lain mengimbau agar masyarakat tetap bijak dan tidak memperkeruh suasana.
“Laporkan saja ke pihak berwajib jika memang ada unsur pelanggaran hukum,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait video yang viral tersebut. Identitas lengkap pria dalam video juga belum dikonfirmasi secara resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga etika dan kesopanan dalam bermedia sosial, serta menyampaikan kritik secara santun tanpa melanggar norma hukum dan budaya.

